Selasa, 18 Juni 2019

CJR 1 Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak

CRITICAL JOURNAL REPORT
DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK

DISUSUN OLEH:
KHOFFIFAH DIAH DWI LESTARI (0301171291)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM-4 SEM IV

DOSEN PENGAMPU:
Dr. H. MARDIANTO, M. Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
MEDAN
T.A 2018/2019

KATA PENGANTAR
Rasa syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena dengan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat melaksanakan dan menyelesaikan tugas CJR (Critical Journal Report) ini. CJR ini bertujuan untuk memenuhi syarat tugas individu pada mata kuliah “Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak” semester IV jurusan PAI-4 di UIN Sumatera Utara.
Terima kasih penulis sampaikan Bapak Dr. H. Mardianto, M. Pd selaku dosen mata kuliah Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak yang telah membimbing dan memberikan arahan demi terselesaikannya tugas CJR ini. Semoga dengan terselesaikan CJR ini diharapkan juga bisa menjadi pedoman penulis dalam menyusun CJR selanjutnya.
Dalam penyusunan CJR ini penulis telah berusaha dengan segenap kemampuannya, serta masih banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis mempunyai keterbatasan dan ketidaksempurnaan dalam berbagai hal, oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan CJR ini yang telah penulis selesaikan. Tidak semua hal dapat penulis analisis dalam CJR. 
Penulis berharap CJR ini dapat bermanfaat bagi pembaca sebagaimana mestinya dan dapat memenuhi salah satu tugas kuliah.
Medan, Mei 2019

 Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
RINGKASAN JURNAL
Identitas Jurnal 2
Ringkasan Jurnal 2
PEMBAHASAN
Relevansi antara topik jurnal dengan topik yang dipilih penulis 7
Pokok-pokok argumentasi penulis dalam pendahuluan 7
Pemilihan serta cakupan kajian teori 8
Metodologi penulisan yang digunakan dan relevansinya 8
Kerangka berpikir penulis pada bagian pembahasan 9
Kesimpulan, saran dan implikasinya penulis dalam penelitian selanjutnya 9
Persetujuan, kritik, sanggahan, uraian penjelasan serta posisi jurnal review 
terhadap jurnal 10
PENUTUP
Kesimpulan 11
Saran 11

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Judul jurnal “Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak Melalui Pendekatan Sufistik Untuk Madrasah Tsanawiyah Provinsi Riau” yang merupakan jurnal ilmiah ke Islaman, dengan Volume 16, Nomor 1 Januari-Juni 2017, yang ditulis oleh Yatimin dan Husni Thamrin.
Saya mengambil jurnal ini untuk direview karena memiliki keterkaitan dengan topik pembahasan mengenai strategi pembelajaran akidah akhlak. Bagi saya jurnal ini cukup menarik untuk direview karena pendekatan sufistik yang digunakan dalam pembelajaran. Saya jarang mendengar digunakannya pendekatan ini dan karena saya tertarik maka dari itu saya memilih jurnal ini dan mereview nya.
Menurut saya, pendekatan sufistik yang digunakan dalam strategi pembelajaran sudah cocok diterapkan dalam pembelajaran akidah akhlak. Mengapa? Karena dengan menggunakan pendekatan sufistik diupayakan agar proses pembelajaran akidah akhlak dapat terstruktur agar membentuk manusia yang berkarakter sesuai dengan konsekuensinya sebagai seorang muslim.
Strategi pembelajaran Akidah Akhlak mengutamakan pendekatan sufistik, dengan tidak
menggabungkan ilmu fikih. Alasannya, tidak jarang terjadi perselisihan. Karena perbedaan pendapat, selalu datang dari fikih.
Konsep utama strategi pembelajaran Akidah Akhlak melalui pendekatan sufistik untuk madrasah tsanawiyah  adalah:
a. Penghargaan terhadap individu
b. Pertanggung jawaban individu
c. Kesempatan bersama untuk berhasil
Dalam strategi pembelajaran Akidah Akhlak melalui pendekatan sufistik untuk madrasah tsanawiyah, dapat memacu peserta didik untuk berusaha mempelajari materi dan saling memacu belajar mereka untuk bersaing agar berhasil.

RINGKASAN JURNAL
Identitas Jurnal
Judul : Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak Melalui Pendekatan Sufistik Untuk Madrasah Tsanawiyah Provinsi Riau
Penulis : Yatimin dan Husni Thamrin
Lembaga Penulis : UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Penerbit : Al-Fikri
Jenis Jurnal : Jurnal Ilmiah Keislaman
Volume : 16
Nomor : 1
Tahun : 2017

Ringkasan Jurnal
Pendahuluan
Strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk siswa Madrasah Tsanawiyah merupakan suatu tindakan melatih pikiran siswa sedemikian rupa sehingga dalam sikap hidup dan tindakan dipengaruhi oleh nilai spritual. Pembelajaran Akidah Akhlak mengantar manusia pada prilaku dan perbuatan yang berpedoman pada syari’at Allah.  Pembelajaran Akidah Akhlak bukan sekedar “transfer of knowledge” ataupun “transfer of training”. 
Strategi pembelajaran Akidah Akhlak mengutamakan pendekatan sufistik, dengan tidak menggabungkan ilmu fikih. Alasannya, tidak jarang terjadi perselisihan. Karena perbedaan pendapat, selalu datang dari fikih. Misi penting nabi adalah penegakkan akhlak mulia. Bahkan banyak hadits, yang menghubungkan antara iman, islam, dan akhlak. Hal ini menegaskan bahwa ukuran orang beriman adalah akhlaknya. Adapun beberapa faktor pendukung dari strategi pembelajaran Akidah Akhlak melalui pendekatan sufistik untuk madrasah tsanawiyah  secara positif adalah:
1. Situasi lembaga sekolah yang baik dan bermutu
2. Pengajar atau tenaga pendidik berkwalitas baik, sarjana yang berkompeten, berkwalifikasi baik sesuai berstandar nasional.
3. Teman belajar yang mendukung untuk berkompetisi secara sehat, menyenangkan dan selalu bersahabat.
4. Program pembelajaran yang diberikan bermutu dan berkwalifikasi baik, hasil yang diperoleh menjadi baik.
2. Kajian Teori
a. Langkah Pendekatan Sufistik
Proses pembelajaran akidah akhlak merupakan suatu upaya yang terstruktur untuk membentuk manusia yang berkarakter sesuai dengan konsekuensinya sebagai seorang muslim. Maka tujuan pendidikan yang mendasar adalah mengembangkan potensi diri peserta didik, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dengan bahasa yang lain, pada diri manusia terdapat 3 kecerdasan; intelektual, emosional, dan spiritual yang harus dikembangkan melalui langkah pendidikan.

b. Pengertian Pendekatan Sufistik
Istilah “pendekatan” secara morfologis berasal dari kata “dekat”. Istilah tersebut secara leksikal berarti jarak dekat dan akrab. Secara etimologi (bahasa) berarti proses, perbuatan atau cara mendekati. Dalam perspektif terminologi, istilah pendekatan berarti paradigma yang terdapat dalam suatu disiplin ilmu tertentu yang selanjutnya dipergunakan untuk memahami suatu masalah tertentu.
Sufistik berasal dari kata shafa yang berarti bersih, sehingga kata shufi memiliki makna orang yang hatinya tulus dan bersih dihadapan Rabb-nya. Ada pendapat lain yang mengatakan berasal dari kata shuffah yang berarti serambi masjid Nabawi di Madinah yang ditempati oleh para sahabat Nabi yang hidup sederhana dari golongan Muhajirin. Mereka itu disebut dengan ahlu as-suffah. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa kata shufi berasal dari bahasa Yunani shopos yang berarti hikmah.
c. Inti Ajaran Sufistik dalam Pembelajaran Akidah Akhlak
Ada tiga pendekatan pokok ajaran sufistik yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran akidah akhlak, antara lain adalah:
1. Tasawuf Akhlaqi
2. Tasawuf Amali
3. Tasawuf Falsafi

d. Peran Teori Sufistik Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak
Dalam ilmu pengetahuan modern memandang hakikat realitas adalah material. Teori modern mengatakan bahwa dunia yang dapat dikaji adalah dunia yang secara valid hanyalah realitas objektif (alam materi/ lapis fisikal atau yang memiliki sifat kebendaan). Dalam hal ini, dapat dikatakan dengan sudut pandang yang sangat dangkal, karena pada
hakikatnya bahwa realitas itu memiliki multi aspek, baik aspek indrawi maupun supra indrawi. Dengan demikian, perlu adanya keseimbangan antara aspek material yang sangat rasional dengan aspek spiritual yang irasional, dengan tujuan akhir maju dalam ilmu pengetahuan modern dengan tetap membawa tanggung jawab sebagai hamba Allah swt.

Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan desain embaded case study. Subjek penelitian terdiri Guru Akidah Akhlak dan siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah di Propinsi Riau. Sedangkan informan penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, anggota MGMP Akidah Akhlak. Tehnik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data dengan tehnik trianggulasi metode dan sumber. Tehnik analisis data menggunakan analisis model interaktif (interactive model analysis) yang terdiri dari; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. 
Wawancara mendalam dipilih karena sifat wawancara dalam penelitian kualitatif lentur dan terbuka, tidak berstruktur secara ketat, serta tidak pada suasana formal. Melalui wawancara mendalam peneliti dapat mengonstruksi informasi, kejadian, kegiatan, perasaan, motivasi, kepedulian, dan harapan. Wawancara informal mengandalkan pertanyaan spontan yang muncul pada saat interaksi dengan informan, sedangkan pada penggunaan pedoman wawancara peneliti telah mempersiapkan pertanyaan sebelum interaksi dengan informan. Pedoman wawancara disusun berpijak pada permasalahan penelitian yang sudah ditentukan peneliti.
Observasi berperan pasif dalam  penelitian disertasi ini adalah untuk mengamati proses kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru Akidah akhlak. Peneliti akan mengamati secara langsung sejauh mana civic knowledge, civic disposition, dan civic skill terimplementasi dalam kegiatan pembelajaran Akidah Akhlak. Objek yang diamati adalah: (1) kegiatan guru dan peserta didik selama proses kegiatan pembelajaran, (2) materi pembelajaran yang dikembangkan guru, (3) metode dan media yang dipergunakan selama proses pembelajaran, (4) evaluasi pembelajaran, (5) sarana dan prasarana penunjang, (6) kondisi dan lingkungan sekolah. 
Analisis dokumen adalah penyelidikan data-data tertulis pembelajaran Akidah Akhlak. Data-data itu meliputi perangkat pembelajaran, catatan insidental pada saat pembelajaran berlangsung, jurnal mengajar guru, dan data evaluasi pembelajaran. Analisis diarahkan pada muatan perangkat silabus, RPP, sintak atau skenario pembelajaran, evaluasi dan catatan-catatan insidental guru Akidah Akhlak. Melalui analisis dokumen ini untuk mengetahui implementasi civic knowledge, civic disposition, dan civic skill dalam satu proses kegiatan pembelajaran.

Pembahasan
a). Implikasi Teoritis
Penelitian ini secara teoritis berimplikasi pada strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau, menyangkut perubahan paradigma dari teori kecerdasan “Multiple Intelligences”, sebuah teori psikologi yang digagas oleh Howard Gardner, psikolog dari Harvard University tahun 1983, dengan delapan macam kecerdasan, yakni (1) kecerdasan verbal/ linguistik, (2) logika matematik, (3) visual/spasial, (4) music/rhythmic, (5) bodi/kinestetik, (6) interpersonal, (7) intrapersonal, dan (8) naturalistic.

b). Implikasi Praktis.
Implikasi praktis hasil penelitian strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di provinsi Riau adalah:
a. Membantu para owner, para pemilik lembaga pendidikan/yayasan dan warga madrasah untuk memahami konsep strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik dari pengelolaan input, proses belajar, dan output secara komprehensip.
b. Membantu kepala madrasah dapat memahami indikator dari madrasah unggul (the great school) dan cara untuk mewujudkannya menjadi kenyataan.
c. Membantu guru akidah akhlak dapat memberikan penilaian otentik dan obyektif kepada peserta didik sesuai dengan jenis kecerdasan dan kompetensinya.
d. Adanya penilaian dan rapor guru, memotifasi guru untuk terus belajar dan berkreatifitas meningkatkan kualitas profesionalismenya.
e. Memberikan acuan yang jelas dan sistematis kepada para pengawas dan pengendali mutu pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di provinsi Riau dalam menjalankan fungsinya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa secara berkelanjutan.

5. Kesimpulan
Pertama, bentuk/model strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik secara konsep dan dalam pelaksanaan pembelajaran. Dalam pembelajaran, guru mengeksplorasi nilia-nilai akhlak dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Bentuk/model strategi pembelajaran Akidah Akhlak dalam kelas guru mengajarkan siswa agar saling menghargai perbedaan, menerima kehadiran kelompok, suku lain, pemahaman terhadap perbedaan, latar belakang sosial teman-temannya yang lain.
Kedua, Implementasi bentuk/model strategi pembelajaran Akidah Akhlak telah ada pengintegrasian materi pendidikan, pada kajian teori sangat bermanfaat untuk membangun harmoni sosial. Dalam pemahaman teori sosial kritis bahwa; setiap individu memiliki kemandirian dalam menentukan pilihan, sikap dan perbuatan dengan tetap mempertimbangkan kebersamaan dalam komunitas. 
Implementasi hubungan pembelajaran Akidah Akhlak dengan pendekatan sufistik  untuk madrasah Tsanawiyah tentang Evaluasi yaitu; Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu pada standar penilaian yang dilakukan meliputi penilaian proses dan penilaian hasil. Untuk mengetahui hal tersebut paling tidak ada dua cara penilaian, yaitu tes dan non tes. Bentuk tes, peserta didik diberikan soal dalam bentuk terstruktur yang terukur. Di samping itu penilaian non tes diperoleh melalui observasi di luar kelas terhadap perilaku atau perbuatan siswa untuk memenuhi hidden curriculum. 
Peserta didik dipandang belum memahami materi pembelajaran Akidah Akhlak secara menyeluruh, sehingga manejemen pembelajaran belum mencapai tujuan secara optimal. Pemahaman para guru tentang satrategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah Tsanawiyah melalui pendekatan sufistik masih kurang. Terutama mengenai nilai-nilai multikulturalisme dalam perspektif sosial budaya, sosial ekonomi dan sosial politik. Guru Akidah Akhak belum terbiasa untuk menghubungkan nilai-nilai tersebut dengan indikator-indikator pembelajaran yang dipilih.

PEMBAHASAN
Relevansi Antara Topik Jurnal dengan Karya-Karya dan Bidang Keahlian Penulis
Pada jurnal penulis membahas mengenai strategi pembelajaran akidah akhlak melalui pendekatan sufistik untuk Madrasah Tsanawiyah Provinsi Riau. Pembelajaran Akidah Akhlak sangat penting bagi kelangsungan hidup seorang di dunia dan di akhirat. Juga membuat pengatahuan manusia berkembang. Pembelajaran Akidah Akhlak diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk membentuk manusia agamis dengan menanamkan keimanan, amaliah dan akhlak al karimah untuk menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah swt. 
Topik jurnal yang dipilih oleh penulis saya rasa sudah sangat relevan dengan bidang penulis seorang Mahasiswi darifakultas ilmu tarbiyah dan keguruan,  program studi pendidikan agama Islam, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Oleh sebab itu, topic jurnal dengan bidang penulis sudah relevan dimana penulis ingin mengetahui lebih dalam lagi melalui penelitiannya mengenai strategi pembelajaran akidah akhlak yang digunakan di Madrasah Tsanawiyah Provinsi Riau dengan cara mengamati strategi pembelajaran melalui pendekatan sufistik dan wawancara sebagai data pendukung.

Pokok-Pokok Argumentasi Penulis dalam Pendahuluan
Di dalam jurnal ini pada bagian pendahuluan adapun pokok-pokok argumentasinya, Dalam proses pembelajaran, dijadikan sebagai strategi untuk membantu mempercepat menemukan kondisi akhir terbaik bagi peserta didik. Yakni sebuah profesi yang menghasilkan kemanfaatan dan keuntungan dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat, melalui pendekatan sufistik yang ada hubungannya dengan kecerdasan spiritual. 
Namun dalam penerapan strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk medrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau ditemukan bahwa 8 kecerdasan tersebut adalah suatu strategi yang digunakan dalam strategi pembelajaran dengan menggunakan whole brain (cara kerja otak) sebagai penggalian potensi peserta didik yang menjadi kemampuan akhir terbaiknya. Tujuan utamanya adalah kecerdasan spiritual.
Membantu guru akidah akhlak memahami strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik melalui paradigma proses belajar mengajar yang benar. Dengan mengetahui bagaimana proses kerja otak dikaitkan dengan proses pembelajaran. Dapat membuat lesson plan dan mengaplikasikannya sesuai dengan strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk medrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau.

Pemilihan serta Cakupan Kajian Teori
Di dalam jurnal ini penulis banyak menggunakan teori-teori dari berbagai buku yang dijadikannya landasan dalam penulisan jurnal dan penelitiannya hanya saja tidak ada di sajikannya kajian teori  di dalam jurnal tersebut. tetapi, di dalam jurnal tersebut banyak terdapat teori-teori dari berbagai buku. Pada bagian pendahuluan penulis mengemukakan mengenai pembelajaran akidah akhlak yang diambil dari beberapa teori.
Menurut Asmaran, siklus perubahan peembelajaran akidah akhlak dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. pembelajaran dari masyarakat, didesain mengikuti irama perubahan dan kebutuhan masyarakat. Misalnya: pada peradaban masyarakat agraris dan kebutuhan masyarakat pada era tersebut. begitu juga pada peradaban masyarakat industial dan informasi.
2. pembelajaran akidah akhlak didesain mengikuti perubahan dan kebutuhan masyarakat pada era modern.

Metodologi Penelitian yang Digunakan dan Relevansinya
Metode yang digunakan  sangat relevan dengan subjek penelitian yang dilakukan oleh penulis jurnal. Dimana penelitian dilakukan dengan metode observasi yang langsung terjun ke lokasi penelitian. Setelah itu telnik analisis data menggunakan analisis model interaktif yang terdiri dari; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Dan hasilnya juga relevan dimana peneliti melakukan wawancara informal mengandalkan pertanyaan spontan yang muncul pada saat interaksi dengan informan, sedangkan pada penggunaan pedoman wawancara peneliti telah mempersiapkan pertanyaan sebelum interaksi dengan informan. Pedoman wawancara disusun berpijak pada permasalahan penelitian yang sudah ditentukan peneliti.

Kerangka Berpikir Penulis pada Bagian Pembahasan
Kerangka berpikir adalah uraian atau pernyataan tentang kerangka konsep pemecahan masalah yang telah diidentifikasi atau dirumuskan. Dalam sebuah penelitian, kerangka berpikir sangat menetukan kejelasan dan validitas proses penelitian secara keseluruhan.
Pada bagian pembahasan pada awal bagiannya penulis memaparkan mengenai hasil penelitian yang telah di dapatkan dari hasil penelitian terrsebut. penerapan strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk medrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau ditemukan bahwa 8 kecerdasan tersebut adalah suatu strategi yang digunakan dalam strategi pembelajaran dengan menggunakan whole brain (cara kerja otak) sebagai penggalian potensi peserta didik yang menjadi kemampuan akhir terbaiknya. Tujuan utamanya adalah kecerdasan spiritual.

Kesimpulan dan Saran yang Diajukan Penulis serta Implikasinya pada Penelitian Berikutnya
Pada jurnal ini penulis hanya memaparkan kesimpulan dan tidak memaparkan saran dari penulis tersebut. adapun kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Penerapan strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk medrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau ditemukan bahwa; 8 kecerdasan tersebut adalah suatu strategi yang digunakan dalam strategi pembelajaran dengan menggunakan whole brain (cara kerja otak) sebagai penggalian potensi peserta didik yang menjadi kemampuan akhir terbaiknya. Tujuan utamanya adalah kecerdasan spiritual.
2. Pembelajaran Akidah Akhlak melalui pendekatan sufistik telah menanamkan tiga aspek penting yaitu; civic knowledge, civic disposition, dan civic skill. Peserta didik mempunyai Civic knowledge (pengetahuan) yang berhubungan dengan kewarganegaraan, memahami konsep-konsep tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. 
Pada jurnal ini penulis tidak memaparkan mengenai saran, tetapi memaparkan implikasi hasil penelitian:
1. Dalam proses pembelajaran, dijadikan sebagai strategi untuk membantu mempercepat menemukan kondisi akhir terbaik bagi peserta didik. Yakni sebuah profesi yang menghasilkan kemanfaatan dan keuntungan dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat, melalui pendekatan sufistik yang ada hubungannya dengan kecerdasan spiritual.
2. Implikasi praktis hasil penelitian strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau adalah: Membantu para owner, membantu kepala madrasah dapat memahami indikator dari madrasah unggul (the great school) dan cara untuk mewujudkannya menjadi kenyataan, membantu guru akidah akhlak memahami strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik melalui paradigma proses belajar mengajar yang benar.

Persetujuan, Kritik, Sanggahan, Uraian Penjelasan serta Posisi Jurnal Review Terhadap Jurnal
Pada jurnal ini penulis  mencantumkan pendahuluan, metode penelitian (analisis data),  hasil dan pembahasan (deskripsi lokasi, hasil dan pembahasan) sertan Kesimpulan dan ucapan terimakasih dari penulis. 
Yang menjadi kelemahan yang menonjol terlihat dari kajian teori yang tidak dipaparkan oleh penulis serta tidak adanya saran dan implikasinya dari penulis pada penelitian selanjutnya. Pada bagian metode penelitian penulis tidak memaparkan mengenai fungsi dari metode wawancara yang dilakukan.
Pada refrensi yang digunakan oleh penulis jurnal saya rasa kurang terkesan karena penulis lebih banyak menggunakan referensi tingkat nasional dan referensi yang bagus menggunakan referensi atau bahan bacaan ataupun pedoman  dari tingkat internasional.
Posisi saya disini ialah sebagai Mahasiswa Pendidikan Agama islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri sumatera Utara. Review Jurnal ini saya lakukan untuk memenuhi tugas saya pada Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak yang dibimbing Oleh Bapak Dr. H. Mardianto, M. Pd.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pada jurnal yang review, penulis membahas mengenai penelitiannya yakni mengenai strategi pembelajaran melalui pendekatan sufistik untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptf dengan desain embaded case study, dan subjek penelitian terdiri dari guru akidah akhlak dan siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah di Provinsi Riau.
Observasi dilakukan dilapangan secara langsung untuk mendapatkan informasi melalui wawancara yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitiannya penulis dapat mengimplikasikan hasil penelitian yang dilakukannya, diantaranya:
1. Implikasi teoritis, berimplikasi pada strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau, menyangkut perubahan paradigma dari teori kecerdasan “Multiple Intelligences”
2. Implikasi praktis hasil penelitian strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau, yaitu membantu para owner, membantu kepala sekolah dan membantu para guru.

Saran
Saran untuk  penulis jurnal review dalam mengembangkan penulisan yang baik untuk di masa yang akan datang, baik untuk penulis, pembaca maupun reviewer sendiri, penulisan jurnal hendaknya lebih memperhatikan struktur dan format yang benar, menggunakan refrensi yang jelas, teori dan metode yang dapat menguatkan pembahasan yang dipaparkan di dalam jurnal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar