Lestariquote
Selasa, 18 Juni 2019
CJR 2 Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak
CRITICAL JOURNAL REPORT
DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK
DISUSUN OLEH:
KHOFFIFAH DIAH DWI LESTARI (0301171291)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM-4 SEM IV
DOSEN PENGAMPU:
Dr. H. MARDIANTO, M. Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
MEDAN
T.A 2018/2019
KATA PENGANTAR
Rasa syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena dengan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat melaksanakan dan menyelesaikan tugas CJR (Critical Journal Report) ini. CJR ini bertujuan untuk memenuhi syarat tugas individu pada mata kuliah “Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak” semester IV jurusan PAI-4 di UIN Sumatera Utara.
Terima kasih penulis sampaikan Bapak Dr. H. Mardianto, M. Pd selaku dosen mata kuliah Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak yang telah membimbing dan memberikan arahan demi terselesaikannya tugas CJR ini. Semoga dengan terselesaikan CJR ini diharapkan juga bisa menjadi pedoman penulis dalam menyusun CJR selanjutnya.
Dalam penyusunan CJR ini penulis telah berusaha dengan segenap kemampuannya, serta masih banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis mempunyai keterbatasan dan ketidaksempurnaan dalam berbagai hal, oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan CJR ini yang telah penulis selesaikan. Tidak semua hal dapat penulis analisis dalam CJR.
Penulis berharap CJR ini dapat bermanfaat bagi pembaca sebagaimana mestinya dan dapat memenuhi salah satu tugas kuliah.
Medan, Mei 2019
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
RINGKASAN JURNAL
Identitas Jurnal 2
Ringkasan Jurnal 2
PEMBAHASAN
Relevansi antara topik jurnal dengan topik yang dipilih penulis 7
Pokok-pokok argumentasi penulis dalam pendahuluan 7
Pemilihan serta cakupan kajian teori 8
Metodologi penulisan yang digunakan dan relevansinya 8
Kerangka berpikir penulis pada bagian pembahasan 9
Kesimpulan, saran dan implikasinya penulis dalam penelitian selanjutnya 9
Persetujuan, kritik, sanggahan, uraian penjelasan serta posisi jurnal review
terhadap jurnal 10
PENUTUP
Kesimpulan 12
Saran 12
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Judul jurnal “Pembelajaran Akidah Akhlak dan Kolerasinya Dengan Peningkatan Akhlak Al-Karimah Peserta Didik” yang merupakan jurnal Edukasi Islami Jurnal Pendidikan Islam, dengan Volume 06, Nomor 12 Juli 2017, yang ditulis oleh M. Hidayat Ginanjar.
Saya mengambil jurnal ini untuk direview karena memiliki keterkaitan dengan topik pembahasan mengenai strategi pembelajaran akidah akhlak. Bagi saya jurnal ini cukup menarik untuk direview karena pembelajaran Akidah Akhlak dan Kolerasinya Dengan Peningkatan Akhlak Al-Karimah Peserta Didik dimana jurnal ini membahas tentang pembelajaran yang merupakan proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Ruang lingkup pembelajaran dapat terjadi pada setiap waktu, keadaan tempat atau lingkungan dan cakupan materi, termasuk dalam hal ini mata pelajaran akidah akhlak yang diajarkan disekolah.
Saya mengambil jurnal ini karna saya yakin bahwa sanya pembelajaran ini berkaitan dengan strategi Pembelajaran Akidah akhlak untuk mengoptimalkan pembelajaran akidah akhlak agar peserta didiknya dapat mencapai tujuan pembelajaraan secara lebih efektif dan menghasilkan output yang berkualitas salah satunya terwujud pada peningkatan akhlak karimah, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Dan umumnya para pendidik profesional yang diamanahi tugas baik oleh negara, yayasan maupun oleh para orang tua peserta didik sehingga semakin termotivasi kesadarannya untuk lebih bersungguh-sungguh dalam mengemban tugas mulia mendidik manusia-manusia ke arah terwujudnya insan paripurna (insan kamil) yang sejalan dengan tujuan penciptaan dirinya sebagai ‘abid’ hamba Allah dalam bentuk melaksanakan peribadahan yang telah disyari’atkan-Nya bagi seluruh manusia.
Sama seperti ilmu lainnya, kajian akidah akhlak juga memiliki tendensi yang kuat untuk dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan jika disuruh memilih, lebih baik tidak tahu makna akidah dan akhlak secara etimologis daripada tidak tahu cara berakidahdan berakhlak yang baik.
RINGKASAN JURNAL
Identitas Jurnal
Judul : Pembelajaran Akidah Akhlak dan Kolerasinya Dengan Peningkatan Akhlak Al-Karimah Peserta Didik
Penulis : M. Hidayat Ginanjar
Lembaga Penulis : STAI Al Hidayah Bogor
Jenis Jurnal : Jurnal Edukasi Islami Jurnal Pndidikan Islam
Volume : 06
Nomor : 12
Tahun : 2017
Ringkasan Jurnal
Pendahuluan
Dalam kehidupan seharihari akhlak merupakan hal yang sangat penting dalam bertingkah laku. Dengan akhlak yang baik seseorang tidak akan terpengaruh pada hal-hal yang negatif. Akhlak dalam agamaIslam telah diajarkan kepada semua pemeluknya agar dirinya menjadi manusia yang berguna bagi dirinya serta berguna bagi orang lain. Manusia yang berakhlak akan dapat menghiasi dirinya dengan sifat kemanusiaan yang sempurna, menjadi manusia yang shaleh ataupun shalehah dalam arti yang sebenarnya, selalu menjaga kualitas kepribadiannya sesuai dengan tuntunan Allah SWT, dan Rasul-Nya.
Sejalan dengan hal yang dikemukakan di atas, Arifin mengatakan bahwa setiap muslim pada hakikatnya adalah insan agama yang bercita-cita, berfikir, beramal untuk hidup akhiratnya berdasarkan atas petunjuk dari wahyu Allah melalui Rasulullah. Kecenderungan hidup beragama ini merupakan ruhnya agama yang benar berkembangnya dipimpin oleh ajaran Islam yang murni bersumber pada kitab suci yang telah menjelaskan serta menerangkan tentang perkara benar (haq), tentang tugas kewajiban manusia untuk mengikuti yang benar itu,menjauhi yang batil dan sesat atau mungkar, yang kesemuanya telah diwujudkan dalam syariat agama yang berdasarkan nilai-nilai mutlak dan norma-normanya telah ditetapkan Allah. Oleh karena itu, tujuan pendidikan Islam penuh dengan nilai rohaniah Islami dan berorientasi pada pembentukan pribadimuslim yang sanggup melaksanakan syariat Allah melalui proses pendidikan.
Faktor penyebab krisis akhlak pada peserta didik dapat ditinjau dari berbagai hal diantaranya; kurangnya peserta didik dalam memahami pentingnya pendidikan akhlakdan faktor salah pergaulan, media masa,baik media cetak maupun media elektronik yangbanyak merusak akhlak karimah terutama pada usia remaja yang notabene sedang mengalami masa perkembangan serta mudah terpengaruh budaya-budaya yang tidak baik bagi perkembangan jiwanya, pengaruh globalisasi serta ilmu pengetahuan dan teknologi yangbegitu cepat juga merupakan salah satu penyebab degradasi akhlak peserta didik. Memang, perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat belakangan ini memiliki kelemahan yang sangat fatal, karena tidak mendasarkan dirikepada konsepsi akidah tauhid. Akibatnya, yang sangat mengerikan bagi kehidupan umat manusia semakin terlihat, martabat manusia semakin merosot.
Selain itu, bisa jadi faktor rendahnya akhlak siswa barang kali karena kurang intensfnya pembelajaran akidah akhlak di lembaga-lembaga pendidikan.Dalam hal ini, akidah seharusnya diajarkan sejak dini mengingat urgensi akidah yang bermuara pada ajaran tauhid ini adalah pondasi pertama dalam pembinaan dari aspek ruhiyahnya. Aqidah adalah sesuatu yang diyakini dan dipegang teguh, sukar sekali untuk diubah.Aqidah adalah sesuatu yang dibenarkan dan dijadikan agama oleh seseorang. Kata aqidah memiliki beberapa sinonim atau persamaan kata yang sering kali digunakan dalam berbagai literatur buku, pemahaman ahlus Sunnah atas nama-nama lain dari aqidah dalam hal ini ada perbedaan dengan yang lainnya.
Dengan demikian, maka dapat difahami intisarinya bahwa aqidah merupakan keyakinan yang dimiliki seseorang dengan tingkat kepercayaan yang sangat tinggi dan tidak dipengaruhi sedikitpun oleh karaguan, baik keraguan yang muncul dari dirinya maupun yang diajarkan oleh orang lain, dan keyakinan yang pasti ini menjadi sandaran hidupnya yang membuahkan akhlak mulia pada diri seseorang tidak terkecuali peserta didik atau siswa.
2. Kajian Teori
a. Teorisasi Tentang Pembelajaran Dan Akidah
Kata pembelajaran berasal dari dua kata dasar “belajar”dan “mengajar”.Dalam proses pembelajaran, unsur proses belajar memegang peranan yang vital. Hamalik menegaskan, bahwa mengajaradalah proses bimbingan kegiatan belajar, bahwa kagiatan mengajar hanya akan bermakna apabila terjadi kegiatan belajar.
Belajar bukan hanya mengingatkan, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan pengubahan kelakukan.Berbeda dengan pengertian lama tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan, bahwa belajar adalah latihan-latihan pembetukan kebiasaan secara otomatis dan seterusnya.
Adapun secara istilah, akidah berarti Iman. Semua sistem kepercayaan atau keyakinan bisa dianggap sebagai salah satu akidah. Iman berarti membenarkan atau percaya.Iman dan Islam (syariat) membentuk agama menjadi sempurna. Belum disebut penganut agama yang utuh apabila dalam diri seseorang belum terpatri keimanan dan kehendak untuk melaksanakan syariat.Pada hakikatnya iman dan Islam adalah dua hal yang berbeda.
b. Teorisasi Tentang Akhlak
Secara etimologi, akhlak berasal dari kata khalaqa yang berarti menciptakan, menjadikan, membuat. Akhlaq adalah kata yang berbentuk jamak taksir dari kata khuluqun, yang berarti tabi‟at atau budi pekerti. Pendapat yang lain menjelaskan bahwa secara bahasa berasal dari akar kata (al-khuluqu ) yaitu gerakan dan sikap lahiriyah yang dapat diketahui denga nindera penglihat, dan juga berasal dari (al-Kuluqu) yaitu perangai dan sikap mental yang diketahui dengan bashiroh (mata hati). Sedangkan secara istilah akhlak ialah sifat-sifat, perangai atau tabi’at seseorang dalam bergaul dengan orang lain atau dalam bermasyarakat.
3. Metode Penelitian
Tempat penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Shoutul Mimbar Al-Islami (SMI) yang berlokasi Tenjolaya, tepatnya berada Jalan Abdul Fatah Kampung Cibitung Kemang RT 09, RW03, Desa Cibitung,Kecamatan Tenjolaya,Kabupaten Bogor.Secara geografis,MA SMI berada di dataran tinggi berjarak sekitar 6 kilo meterdari kaki Gunung Salak MA SMI mudah dijangkau karena dilalui oleh Angkutan Kota Jurusan Tumaritis ke Terminal Bubulak (Laladon) Bogor Kota dan menuju Kecamatan Tenjolaya.
Adapun waktu penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Januari sampai tanggal 30Juni2017. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif.Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukuplama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian.Metode ini disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada pada filsafat positivisme Metode ini sebagai metode ilmiah/scientic karena telah memenuhi kaida-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif,terukur, rasional, dan sistematis.Metode ini juga disebut Discovery karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik.
Dalam penelitian ini, untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara pembelajaran akidah akhlak dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik maka pengolahan data penelitian ini menggunakan rumus analisis Korelasi Product Moment. Variabel yang diujikan adalah korelasi antar duavariabel yang terdiri dari dependent varibel yaitu varibel yang terikat atau variabel yang dipengaruhi dan independent variabel atau disebut juga variabel bebas. Karena penelitian ini membahas dua variabel yang diteliti untuk selanjutnya dilakukan tabulasi data, diolah dengan rumus statistik dan dilakukan analisis. Adapun teknik analisis data yang dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu dengan cara mencari angka korelasi dengan rumus dari Karl Pearson.
4. Pembahasan Kegunaan Penelitian
a. Secara Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam khususnya dalam upaya mengembangkan metode pembelajaran yang berbasis pada peningkatan akhlak peserta didik dan sebagai upaya mengembangkan materi Pendidikan Agama Islam sehingga diharapkan menjadi suatu sumbangsih pengetahuan atau khazanah keilmuan umumnya bagi pihak-pihak yang membaca hasil penelitian ini dan terutama bagi peneliti pribadi.
b. Secara Praktis
Adapun kegunaan praktis hasil penelitian diharapkan menjadi masukan-masukan kepada pihak- pihak yang berkecimpung dalam pengelolaan lembaga pendidikan, antara lain; Kepala Sekolah/Madrasah, Wakil Kepala Sekolah/Madrasah, Guru Agama, Guru Kelas, dan umumnya para pendidik profesional yang diamanahi tugas baik oleh negara, yayasan maupun oleh para orang tua peserta didik sehingga semakin termotivasi kesadarannya untuk lebih bersungguh-sungguh dalam mengemban tugas mulia mendidik manusia-manusia ke arah terwujudnya insan paripurna (insan kamil) yang sejalan dengan tujuan penciptaan dirinya sebagai ‘abid’ hamba Allah dalambentuk melaksanakan peribadahan yang telah disyari’atkan-Nya bagi seluruh manusia.
5. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti tentang ada tidaknya korelasi antara pembelajaran akidah akhlak dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik di sekolah Madrasah Aliyah Shoutul Mimbar Al-Islami Tenjolaya Bogor dapat ditarik kesimpulan,bahwa pembelajaran akidah akhlak berkorelasi positif pada peningkatan akhlak karimah peserta didik Madrasah Aliyah Shoutul Mimbar Al-Islami Tenjolaya Bogor. Hal ini tentunya menjadi temuan bahwa siswa MA SMI memliki ahklak yang cukup baik.
Korelasi antara pembelajaran akidah akhlak dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik Tenjolaya Bogor, dikatagorikan dengan tingkatkorelasi yang sedang/cukup, dengan nilai indeks korelasi yaitu 143,52. Berdasarkan pada tabel interpretasi data berada di antara 09,00 sampai 1,00. Maka hipotesis nol (Ho) ditolak. Hal ini berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan kata lain terdapat korelasi yang cukup baik pembelajaran akidah akhlak dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik di Madrasah Aliyah Shoutul Mimbar Al-Islami Tenjolaya Bogor.
Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai prestasi siswa berdasarkan hasil angket pada pembelajaran akidah akhlak didapati nilai keseluruhannya adalah 775. Jika dirata-ratakan dengan cara dibagi sesuai dengan jumlah siswa sebanyak 30 responden maka nilai rata-ratanya adalah 25,83 dibulatkan 26. Nilai 26 berarti menunjukan bahwa prestasi belajar siswa pada mata pelajaran akidah akhlak tahun pelajaran 2016/2017 Cukup Baik. Artinya, siswa telah mengikuti pelajaran akidah akhlak dengan cukup baik.
PEMBAHASAN
Relevansi antara Topik Jurnal dengan Karya-Karya dan Bidang Keahlian Penulis
Jurnal ini, penulis memaparkan tentang pembelajaran akidah akhlak dan kolerasinya dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik yang dilakukan di Madraah Aliyah Shoutul Mimbar Al-Islami. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode eksperimen dan survey, dengan melalui tehnik pengumpulan data melalui angket terhadap 70m peserta didik sebagai populasi objek penelitian.
Pembelajaran Akidah Akhlak sangat penting bagi kelangsungan hidup seorang di dunia dan di akhirat. Juga membuat pengatahuan manusia berkembang. Pembelajaran Akidah Akhlak diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk membentuk manusia agamis dengan menanamkan keimanan, amaliah dan akhlak al karimah untuk menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah swt.
Penelitian ini direkomendasikan oleh penulis untuk mengoptimalkan pembelajaran akidah akhlak agar peserta didiknya dapat mencapai tujuan pembelajaran secara lebih efektif dan menghasilkan output yang berkualitas salah satunya terwujud pada peningkatan akhlak karimah, baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah.
Pokok-Pokok Argumentasi dalam Pendahuluan
Dalam pendahuluan, penulis mencoba mengidentifikasikan apa saja pokok bahasan yang terdapat didalam Jurnal tersebut, yakni bagaimana cara peningkatan akhlak karimah pada peserta didik. Banyak sekali faktor-faktor yan menyebabkan terjadinya degradasi moral/akhlakul karima baik dari lingkungan dalam sekolah maupun luar sekolah. Fenomena keterpurukan akhlak karimah peserta didik di atas membuat prihatin semua kalangan, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat. Kondisi ini membuat semua pihak khususnya kalangan pendidik semakin perhatian untuk mencari jawaban atas persoalan krusialini tentang faktor penyebab krisis akhlak karimah peserta didik. Bagaimana peserta didik agar akhlaknya lebih baik dan bisa menjadi generasi penerus yang baik di masyarakat.
Di dalam jurnal ini pada bagian pendahuluan adapun pokok-pokok argumentasinya, Dalam proses pembelajaran, dijadikan sebagai strategi untuk membantu mempercepat menemukan kondisi akhir terbaik bagi peserta didik. Yakni sebuah profesi yang menghasilkan kemanfaatan dan keuntungan dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat.
Pemilihan serta Cakupan Kajian Teori
Dalam pembahasan cakupan teori ada tiga pokok yaitu pembelajaran dan akidah. Pembelajaran Akidah Akhlak sangat penting bagi kelangsungan hidup seorang di dunia dan di akhirat. Juga membuat pengatahuan manusia berkembang. Pembelajaran Akidah Akhlak diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk membentuk manusia agamis dengan menanamkan keimanan, amaliah dan akhlak al karimah untuk menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah swt.
Di dalam jurnal ini penulis banyak menggunakan teori-teori dari berbagai buku yang dijadikannya landasan dalam penulisan jurnal dan penelitiannya hanya saja tidak ada di sajikannya kajian teori di dalam jurnal tersebut. tetapi, di dalam jurnal tersebut banyak terdapat teori-teori dari berbagai buku. Pada bagian pendahuluan penulis mengemukakan mengenai pembelajaran akidah akhlak yang diambil dari beberapa teori.
Lebih lanjut Oemar Hamalik memaparkan, bahwa Proses Belajar Mengajar berkaitan dengan pengertian belajar Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsiran tentang“belajar”.
Sependapat dengan pengertian di atas, Muhammad Husain Abdullah memberikan definisi bahwa akhlak adalah sifat-sifat yang diperintahkan Allah kepada seorang muslim untuk dimiliki tatkala ia melaksanakan berbagai aktivitasnya. Sifat-sifat akhlak ini tampak pada diri seorang muslim tatkala dia melaksanakan berbagai aktivitas seperti ibadah, mu‟amalah dan lain sebagainya.
Metodologi Penelitian dan Relevansinya
Metode yang sngat relevan dengan subjek penelitian yanng dilakukan oleh penulis jurnal. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif. Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukuplama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian.Metode ini disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan pada pada filsafat positivisme Metode ini sebagai metode ilmiah/scientic karena telah memenuhi kaida-kaidah ilmiah yaitu konkrit/empiris, obyektif,terukur, rasional, dan sistematis. Metode ini juga disebut Discovery karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan berbagai iptek baru.Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupaangka-angka dan analisis menggunakan statistik.
Dalam penelitian ini, untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara pembelajaran akidah akhlak dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik maka pengolahan data penelitian ini menggunakan rumus analisis Korelasi Product Moment.
Kerangka Berfikir Penulis pada bagian Pembahasan
Kerangka berpikir adalah uraian atau pernyataan tentang kerangka konsep pemecahan masalah yang telah diidentifikasi atau dirumuskan. Dalam sebuah penelitian, kerangka berpikir sangat menetukan kejelasan dan validitas proses penelitian secara keseluruhan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai prestasi siswa berdasarkan hasil angket pada pembelajaran akidah akhlak didapati nilai keseluruhannya adalah 775. artinya hasil presentase variabel yaitu cukup baik karena dari hasil angket yang di sebar pada peserta didik telah menjawab bahwa ada keterkaitan antara pembelajaran akidahakhlak dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik, dengan begitu walau hasilnya tidak selalu signifikan tetapi hal ini menunjukan bahwa peserta didik masih melakukan kegiatan belajar di sekolah maupun diluar sekolah, dengan beberapa faktor yang dapat memotivasi peserta didik tersebut, diantaranya fator psikologi, perhatian keluarga, kondisi badan, dan niat untuk memperbaiki akhlak karimah.
Kesimpulan, Saran dan Implikasinya Penulis pada Penelitian Selanjutnya
Pada jurnal ini penulis hanya memaparkan kesimpulan dan tidak memaparkan saran dari penulis tersebut. adapun kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. terdapat korelasi yang cukup baik pembelajaran akidah akhlak dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik di Madrasah AliyahShoutul Mimbar Al-Islami Tenjolaya Bogor.
2. Peneliti melakukan penelitian kepada sejumlah subjek dan objek penelitian, yaitu para peserta didik kelas X dan XI yang berjumlah 70siswa. Seluruh populasi dijadikan objek penelitian mengingat jumlah objek yang diteliti tidak terlalu banyak. Teknik pengumpulan data menggunakan konsep Sugiyono, yaitu melalui teknik dokumentasi, observasi dan kuesioner (angket) dan gabungan ketiganya. Kuesioner sebelumnya diuji cobakan dulu sebelum digunakan untuk penelitian untuk diuji validitasnya dengan rumus Product Moment Pearson dan diuji realibilitasnya dengan rumus Alpha Cronbach.
3. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Dalam menanalisis data digunakan teknik skoring berdasarkan kuisioner yang disebarkan kepada responden berdasarkan skala model Likert yang berisi sejumlah pertanyaan yang menyatakan objek yang hendak diungkap. Penskoran atas kuesioner menggunakanskala model Likert.
4. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Dalam menganalisis data digunakan teknik skoring berdasarkan kuisioner yang disebarkankepada responden berdasarkan skala model Likert yang berisi sejumlah pertanyaan yang menyatakan objek yang hendak diungkap. Penskoran atas kuesioner menggunakan skala model Likert.
5. Karena penelitian ini membahas dua variabel yang diteliti untuk selanjutnya diakukan tabulasi data, diolah dengan rumus statistik dan dilakukan analisis. Adapun teknik analisis data yang dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu dengan cara mencari angka korelasi dengan rumus dari Karl Pearson
Pada jurnal ini penulis tidak memaparkan mengenai saran, tetapi memaparkan implikasi hasil penelitian:
1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan agama Islam khususnya dalam upaya mengembangkan metode pembelajaran yang berbasis pada peningkatan akhlak peserta didik dan sebagai upaya mengembangkan materi Pendidikan Agama Islam sehingga diharapkan menjadi suatu sumbangsih pengetahuan atau khazanah keilmuan umumnya bagi pihak-pihak yang membaca hasil penelitian ini dan terutama bagi peneliti pribadi.
2. Adapun kegunaan praktis hasil penelitian diharapkan menjadi masukan-masukan kepada pihak - pihak yang berkecimpung dalam pengelolaan lembaga pendidikan.
Persetujuan, Kritik, Sanggahan, Uraian Penjelasan seta posisi Jurnal Review terhadap Jurnal
Penelitian ini berupaya untuk mengetahui strategi pembelajaran akidah dengan pendekatan metode Kuantitatif. Pada jurnal ini penulis mencantumkan pendahuluan, metode penelitian (analisis data), hasil dan pembahasan (deskripsi lokasi, hasil dan pembahasan) sertan Kesimpulan dan ucapan terimakasih dari penulis.
Yang menjadi kelemahan yang menonjol terlihat dari kajian teori yang tidak dipaparkan oleh penulis serta tidak adanya saran dan implikasinya dari penulis pada penelitian selanjutnya. Pada bagian metode penelitian penulis tidak memaparkan mengenai fungsi dari metode wawancara yang dilakukan.
Pada refrensi yang digunakan oleh penulis jurnal saya rasa kurang terkesan karena penulis lebih banyak menggunakan referensi tingkat nasional dan referensi yang bagus menggunakan referensi atau bahan bacaan ataupun pedoman dari tingkat internasional.
Posisi saya disini ialah sebagai Mahasiswa Pendidikan Agama islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri sumatera Utara. Review Jurnal ini saya lakukan untuk memenuhi tugas saya pada Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak yang dibimbing Oleh Bapak Dr. H. Mardianto, M. Pd. Dan saya rasa posisi saya dengan jurnal yang saya teliti sudah relevan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pada jurnal yang review, penulis membahas mengenai penelitiannya yakni mengenai strategi pembelajaran melalui pendekatan Kuantitatif. Peneliti melakukan penelitian kepada sejumlah subjek dan objek penelitian, yaitu para peserta didik kelas X dan XI yang berjumlah 70 siswa.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti tentang ada tidaknya korelasi antara pembelajaran akidah akhlak dengan peningkatan akhlak karimah peserta didik di sekolah Madrasah Aliyah Shoutul Mimbar Al-Islami Tenjolaya Bogor dapat ditarik kesimpulan,bahwa pembelajaran akidah akhlak berkorelasi positif pada peningkatan akhlak karimah peserta didik Madrasah Aliyah Shoutul Mimbar Al-Islami Tenjolaya Bogor. Hal ini tentunya menjadi temuan bahwa siswa MA SMI memliki ahklak yang cukup baik.
Saran
Saran untuk penulis jurnal review dalam mengembangkan penulisan yang baik untuk di masa yang akan datang, baik untuk penulis, pembaca maupun reviewer sendiri, penulisan jurnal hendaknya lebih memperhatikan struktur dan format yang benar, menggunakan refrensi yang jelas, teori dan metode yang dapat menguatkan pembahasan yang dipaparkan di dalam jurnal.
CJR 1 Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak
CRITICAL JOURNAL REPORT
DISUSUN GUNA MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK
DISUSUN OLEH:
KHOFFIFAH DIAH DWI LESTARI (0301171291)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM-4 SEM IV
DOSEN PENGAMPU:
Dr. H. MARDIANTO, M. Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA
MEDAN
T.A 2018/2019
KATA PENGANTAR
Rasa syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena dengan rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat melaksanakan dan menyelesaikan tugas CJR (Critical Journal Report) ini. CJR ini bertujuan untuk memenuhi syarat tugas individu pada mata kuliah “Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak” semester IV jurusan PAI-4 di UIN Sumatera Utara.
Terima kasih penulis sampaikan Bapak Dr. H. Mardianto, M. Pd selaku dosen mata kuliah Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak yang telah membimbing dan memberikan arahan demi terselesaikannya tugas CJR ini. Semoga dengan terselesaikan CJR ini diharapkan juga bisa menjadi pedoman penulis dalam menyusun CJR selanjutnya.
Dalam penyusunan CJR ini penulis telah berusaha dengan segenap kemampuannya, serta masih banyak kekurangan dan kesalahan. Penulis mempunyai keterbatasan dan ketidaksempurnaan dalam berbagai hal, oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan CJR ini yang telah penulis selesaikan. Tidak semua hal dapat penulis analisis dalam CJR.
Penulis berharap CJR ini dapat bermanfaat bagi pembaca sebagaimana mestinya dan dapat memenuhi salah satu tugas kuliah.
Medan, Mei 2019
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
RINGKASAN JURNAL
Identitas Jurnal 2
Ringkasan Jurnal 2
PEMBAHASAN
Relevansi antara topik jurnal dengan topik yang dipilih penulis 7
Pokok-pokok argumentasi penulis dalam pendahuluan 7
Pemilihan serta cakupan kajian teori 8
Metodologi penulisan yang digunakan dan relevansinya 8
Kerangka berpikir penulis pada bagian pembahasan 9
Kesimpulan, saran dan implikasinya penulis dalam penelitian selanjutnya 9
Persetujuan, kritik, sanggahan, uraian penjelasan serta posisi jurnal review
terhadap jurnal 10
PENUTUP
Kesimpulan 11
Saran 11
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Judul jurnal “Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak Melalui Pendekatan Sufistik Untuk Madrasah Tsanawiyah Provinsi Riau” yang merupakan jurnal ilmiah ke Islaman, dengan Volume 16, Nomor 1 Januari-Juni 2017, yang ditulis oleh Yatimin dan Husni Thamrin.
Saya mengambil jurnal ini untuk direview karena memiliki keterkaitan dengan topik pembahasan mengenai strategi pembelajaran akidah akhlak. Bagi saya jurnal ini cukup menarik untuk direview karena pendekatan sufistik yang digunakan dalam pembelajaran. Saya jarang mendengar digunakannya pendekatan ini dan karena saya tertarik maka dari itu saya memilih jurnal ini dan mereview nya.
Menurut saya, pendekatan sufistik yang digunakan dalam strategi pembelajaran sudah cocok diterapkan dalam pembelajaran akidah akhlak. Mengapa? Karena dengan menggunakan pendekatan sufistik diupayakan agar proses pembelajaran akidah akhlak dapat terstruktur agar membentuk manusia yang berkarakter sesuai dengan konsekuensinya sebagai seorang muslim.
Strategi pembelajaran Akidah Akhlak mengutamakan pendekatan sufistik, dengan tidak
menggabungkan ilmu fikih. Alasannya, tidak jarang terjadi perselisihan. Karena perbedaan pendapat, selalu datang dari fikih.
Konsep utama strategi pembelajaran Akidah Akhlak melalui pendekatan sufistik untuk madrasah tsanawiyah adalah:
a. Penghargaan terhadap individu
b. Pertanggung jawaban individu
c. Kesempatan bersama untuk berhasil
Dalam strategi pembelajaran Akidah Akhlak melalui pendekatan sufistik untuk madrasah tsanawiyah, dapat memacu peserta didik untuk berusaha mempelajari materi dan saling memacu belajar mereka untuk bersaing agar berhasil.
RINGKASAN JURNAL
Identitas Jurnal
Judul : Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak Melalui Pendekatan Sufistik Untuk Madrasah Tsanawiyah Provinsi Riau
Penulis : Yatimin dan Husni Thamrin
Lembaga Penulis : UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Penerbit : Al-Fikri
Jenis Jurnal : Jurnal Ilmiah Keislaman
Volume : 16
Nomor : 1
Tahun : 2017
Ringkasan Jurnal
Pendahuluan
Strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk siswa Madrasah Tsanawiyah merupakan suatu tindakan melatih pikiran siswa sedemikian rupa sehingga dalam sikap hidup dan tindakan dipengaruhi oleh nilai spritual. Pembelajaran Akidah Akhlak mengantar manusia pada prilaku dan perbuatan yang berpedoman pada syari’at Allah. Pembelajaran Akidah Akhlak bukan sekedar “transfer of knowledge” ataupun “transfer of training”.
Strategi pembelajaran Akidah Akhlak mengutamakan pendekatan sufistik, dengan tidak menggabungkan ilmu fikih. Alasannya, tidak jarang terjadi perselisihan. Karena perbedaan pendapat, selalu datang dari fikih. Misi penting nabi adalah penegakkan akhlak mulia. Bahkan banyak hadits, yang menghubungkan antara iman, islam, dan akhlak. Hal ini menegaskan bahwa ukuran orang beriman adalah akhlaknya. Adapun beberapa faktor pendukung dari strategi pembelajaran Akidah Akhlak melalui pendekatan sufistik untuk madrasah tsanawiyah secara positif adalah:
1. Situasi lembaga sekolah yang baik dan bermutu
2. Pengajar atau tenaga pendidik berkwalitas baik, sarjana yang berkompeten, berkwalifikasi baik sesuai berstandar nasional.
3. Teman belajar yang mendukung untuk berkompetisi secara sehat, menyenangkan dan selalu bersahabat.
4. Program pembelajaran yang diberikan bermutu dan berkwalifikasi baik, hasil yang diperoleh menjadi baik.
2. Kajian Teori
a. Langkah Pendekatan Sufistik
Proses pembelajaran akidah akhlak merupakan suatu upaya yang terstruktur untuk membentuk manusia yang berkarakter sesuai dengan konsekuensinya sebagai seorang muslim. Maka tujuan pendidikan yang mendasar adalah mengembangkan potensi diri peserta didik, baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Dengan bahasa yang lain, pada diri manusia terdapat 3 kecerdasan; intelektual, emosional, dan spiritual yang harus dikembangkan melalui langkah pendidikan.
b. Pengertian Pendekatan Sufistik
Istilah “pendekatan” secara morfologis berasal dari kata “dekat”. Istilah tersebut secara leksikal berarti jarak dekat dan akrab. Secara etimologi (bahasa) berarti proses, perbuatan atau cara mendekati. Dalam perspektif terminologi, istilah pendekatan berarti paradigma yang terdapat dalam suatu disiplin ilmu tertentu yang selanjutnya dipergunakan untuk memahami suatu masalah tertentu.
Sufistik berasal dari kata shafa yang berarti bersih, sehingga kata shufi memiliki makna orang yang hatinya tulus dan bersih dihadapan Rabb-nya. Ada pendapat lain yang mengatakan berasal dari kata shuffah yang berarti serambi masjid Nabawi di Madinah yang ditempati oleh para sahabat Nabi yang hidup sederhana dari golongan Muhajirin. Mereka itu disebut dengan ahlu as-suffah. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa kata shufi berasal dari bahasa Yunani shopos yang berarti hikmah.
c. Inti Ajaran Sufistik dalam Pembelajaran Akidah Akhlak
Ada tiga pendekatan pokok ajaran sufistik yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran akidah akhlak, antara lain adalah:
1. Tasawuf Akhlaqi
2. Tasawuf Amali
3. Tasawuf Falsafi
d. Peran Teori Sufistik Dalam Pembelajaran Akidah Akhlak
Dalam ilmu pengetahuan modern memandang hakikat realitas adalah material. Teori modern mengatakan bahwa dunia yang dapat dikaji adalah dunia yang secara valid hanyalah realitas objektif (alam materi/ lapis fisikal atau yang memiliki sifat kebendaan). Dalam hal ini, dapat dikatakan dengan sudut pandang yang sangat dangkal, karena pada
hakikatnya bahwa realitas itu memiliki multi aspek, baik aspek indrawi maupun supra indrawi. Dengan demikian, perlu adanya keseimbangan antara aspek material yang sangat rasional dengan aspek spiritual yang irasional, dengan tujuan akhir maju dalam ilmu pengetahuan modern dengan tetap membawa tanggung jawab sebagai hamba Allah swt.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan desain embaded case study. Subjek penelitian terdiri Guru Akidah Akhlak dan siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah di Propinsi Riau. Sedangkan informan penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, anggota MGMP Akidah Akhlak. Tehnik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data dengan tehnik trianggulasi metode dan sumber. Tehnik analisis data menggunakan analisis model interaktif (interactive model analysis) yang terdiri dari; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Wawancara mendalam dipilih karena sifat wawancara dalam penelitian kualitatif lentur dan terbuka, tidak berstruktur secara ketat, serta tidak pada suasana formal. Melalui wawancara mendalam peneliti dapat mengonstruksi informasi, kejadian, kegiatan, perasaan, motivasi, kepedulian, dan harapan. Wawancara informal mengandalkan pertanyaan spontan yang muncul pada saat interaksi dengan informan, sedangkan pada penggunaan pedoman wawancara peneliti telah mempersiapkan pertanyaan sebelum interaksi dengan informan. Pedoman wawancara disusun berpijak pada permasalahan penelitian yang sudah ditentukan peneliti.
Observasi berperan pasif dalam penelitian disertasi ini adalah untuk mengamati proses kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru Akidah akhlak. Peneliti akan mengamati secara langsung sejauh mana civic knowledge, civic disposition, dan civic skill terimplementasi dalam kegiatan pembelajaran Akidah Akhlak. Objek yang diamati adalah: (1) kegiatan guru dan peserta didik selama proses kegiatan pembelajaran, (2) materi pembelajaran yang dikembangkan guru, (3) metode dan media yang dipergunakan selama proses pembelajaran, (4) evaluasi pembelajaran, (5) sarana dan prasarana penunjang, (6) kondisi dan lingkungan sekolah.
Analisis dokumen adalah penyelidikan data-data tertulis pembelajaran Akidah Akhlak. Data-data itu meliputi perangkat pembelajaran, catatan insidental pada saat pembelajaran berlangsung, jurnal mengajar guru, dan data evaluasi pembelajaran. Analisis diarahkan pada muatan perangkat silabus, RPP, sintak atau skenario pembelajaran, evaluasi dan catatan-catatan insidental guru Akidah Akhlak. Melalui analisis dokumen ini untuk mengetahui implementasi civic knowledge, civic disposition, dan civic skill dalam satu proses kegiatan pembelajaran.
Pembahasan
a). Implikasi Teoritis
Penelitian ini secara teoritis berimplikasi pada strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau, menyangkut perubahan paradigma dari teori kecerdasan “Multiple Intelligences”, sebuah teori psikologi yang digagas oleh Howard Gardner, psikolog dari Harvard University tahun 1983, dengan delapan macam kecerdasan, yakni (1) kecerdasan verbal/ linguistik, (2) logika matematik, (3) visual/spasial, (4) music/rhythmic, (5) bodi/kinestetik, (6) interpersonal, (7) intrapersonal, dan (8) naturalistic.
b). Implikasi Praktis.
Implikasi praktis hasil penelitian strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di provinsi Riau adalah:
a. Membantu para owner, para pemilik lembaga pendidikan/yayasan dan warga madrasah untuk memahami konsep strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik dari pengelolaan input, proses belajar, dan output secara komprehensip.
b. Membantu kepala madrasah dapat memahami indikator dari madrasah unggul (the great school) dan cara untuk mewujudkannya menjadi kenyataan.
c. Membantu guru akidah akhlak dapat memberikan penilaian otentik dan obyektif kepada peserta didik sesuai dengan jenis kecerdasan dan kompetensinya.
d. Adanya penilaian dan rapor guru, memotifasi guru untuk terus belajar dan berkreatifitas meningkatkan kualitas profesionalismenya.
e. Memberikan acuan yang jelas dan sistematis kepada para pengawas dan pengendali mutu pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di provinsi Riau dalam menjalankan fungsinya untuk meningkatkan kualitas belajar siswa secara berkelanjutan.
5. Kesimpulan
Pertama, bentuk/model strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik secara konsep dan dalam pelaksanaan pembelajaran. Dalam pembelajaran, guru mengeksplorasi nilia-nilai akhlak dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Bentuk/model strategi pembelajaran Akidah Akhlak dalam kelas guru mengajarkan siswa agar saling menghargai perbedaan, menerima kehadiran kelompok, suku lain, pemahaman terhadap perbedaan, latar belakang sosial teman-temannya yang lain.
Kedua, Implementasi bentuk/model strategi pembelajaran Akidah Akhlak telah ada pengintegrasian materi pendidikan, pada kajian teori sangat bermanfaat untuk membangun harmoni sosial. Dalam pemahaman teori sosial kritis bahwa; setiap individu memiliki kemandirian dalam menentukan pilihan, sikap dan perbuatan dengan tetap mempertimbangkan kebersamaan dalam komunitas.
Implementasi hubungan pembelajaran Akidah Akhlak dengan pendekatan sufistik untuk madrasah Tsanawiyah tentang Evaluasi yaitu; Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu pada standar penilaian yang dilakukan meliputi penilaian proses dan penilaian hasil. Untuk mengetahui hal tersebut paling tidak ada dua cara penilaian, yaitu tes dan non tes. Bentuk tes, peserta didik diberikan soal dalam bentuk terstruktur yang terukur. Di samping itu penilaian non tes diperoleh melalui observasi di luar kelas terhadap perilaku atau perbuatan siswa untuk memenuhi hidden curriculum.
Peserta didik dipandang belum memahami materi pembelajaran Akidah Akhlak secara menyeluruh, sehingga manejemen pembelajaran belum mencapai tujuan secara optimal. Pemahaman para guru tentang satrategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah Tsanawiyah melalui pendekatan sufistik masih kurang. Terutama mengenai nilai-nilai multikulturalisme dalam perspektif sosial budaya, sosial ekonomi dan sosial politik. Guru Akidah Akhak belum terbiasa untuk menghubungkan nilai-nilai tersebut dengan indikator-indikator pembelajaran yang dipilih.
PEMBAHASAN
Relevansi Antara Topik Jurnal dengan Karya-Karya dan Bidang Keahlian Penulis
Pada jurnal penulis membahas mengenai strategi pembelajaran akidah akhlak melalui pendekatan sufistik untuk Madrasah Tsanawiyah Provinsi Riau. Pembelajaran Akidah Akhlak sangat penting bagi kelangsungan hidup seorang di dunia dan di akhirat. Juga membuat pengatahuan manusia berkembang. Pembelajaran Akidah Akhlak diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk membentuk manusia agamis dengan menanamkan keimanan, amaliah dan akhlak al karimah untuk menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah swt.
Topik jurnal yang dipilih oleh penulis saya rasa sudah sangat relevan dengan bidang penulis seorang Mahasiswi darifakultas ilmu tarbiyah dan keguruan, program studi pendidikan agama Islam, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Oleh sebab itu, topic jurnal dengan bidang penulis sudah relevan dimana penulis ingin mengetahui lebih dalam lagi melalui penelitiannya mengenai strategi pembelajaran akidah akhlak yang digunakan di Madrasah Tsanawiyah Provinsi Riau dengan cara mengamati strategi pembelajaran melalui pendekatan sufistik dan wawancara sebagai data pendukung.
Pokok-Pokok Argumentasi Penulis dalam Pendahuluan
Di dalam jurnal ini pada bagian pendahuluan adapun pokok-pokok argumentasinya, Dalam proses pembelajaran, dijadikan sebagai strategi untuk membantu mempercepat menemukan kondisi akhir terbaik bagi peserta didik. Yakni sebuah profesi yang menghasilkan kemanfaatan dan keuntungan dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat, melalui pendekatan sufistik yang ada hubungannya dengan kecerdasan spiritual.
Namun dalam penerapan strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk medrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau ditemukan bahwa 8 kecerdasan tersebut adalah suatu strategi yang digunakan dalam strategi pembelajaran dengan menggunakan whole brain (cara kerja otak) sebagai penggalian potensi peserta didik yang menjadi kemampuan akhir terbaiknya. Tujuan utamanya adalah kecerdasan spiritual.
Membantu guru akidah akhlak memahami strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik melalui paradigma proses belajar mengajar yang benar. Dengan mengetahui bagaimana proses kerja otak dikaitkan dengan proses pembelajaran. Dapat membuat lesson plan dan mengaplikasikannya sesuai dengan strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk medrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau.
Pemilihan serta Cakupan Kajian Teori
Di dalam jurnal ini penulis banyak menggunakan teori-teori dari berbagai buku yang dijadikannya landasan dalam penulisan jurnal dan penelitiannya hanya saja tidak ada di sajikannya kajian teori di dalam jurnal tersebut. tetapi, di dalam jurnal tersebut banyak terdapat teori-teori dari berbagai buku. Pada bagian pendahuluan penulis mengemukakan mengenai pembelajaran akidah akhlak yang diambil dari beberapa teori.
Menurut Asmaran, siklus perubahan peembelajaran akidah akhlak dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. pembelajaran dari masyarakat, didesain mengikuti irama perubahan dan kebutuhan masyarakat. Misalnya: pada peradaban masyarakat agraris dan kebutuhan masyarakat pada era tersebut. begitu juga pada peradaban masyarakat industial dan informasi.
2. pembelajaran akidah akhlak didesain mengikuti perubahan dan kebutuhan masyarakat pada era modern.
Metodologi Penelitian yang Digunakan dan Relevansinya
Metode yang digunakan sangat relevan dengan subjek penelitian yang dilakukan oleh penulis jurnal. Dimana penelitian dilakukan dengan metode observasi yang langsung terjun ke lokasi penelitian. Setelah itu telnik analisis data menggunakan analisis model interaktif yang terdiri dari; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Dan hasilnya juga relevan dimana peneliti melakukan wawancara informal mengandalkan pertanyaan spontan yang muncul pada saat interaksi dengan informan, sedangkan pada penggunaan pedoman wawancara peneliti telah mempersiapkan pertanyaan sebelum interaksi dengan informan. Pedoman wawancara disusun berpijak pada permasalahan penelitian yang sudah ditentukan peneliti.
Kerangka Berpikir Penulis pada Bagian Pembahasan
Kerangka berpikir adalah uraian atau pernyataan tentang kerangka konsep pemecahan masalah yang telah diidentifikasi atau dirumuskan. Dalam sebuah penelitian, kerangka berpikir sangat menetukan kejelasan dan validitas proses penelitian secara keseluruhan.
Pada bagian pembahasan pada awal bagiannya penulis memaparkan mengenai hasil penelitian yang telah di dapatkan dari hasil penelitian terrsebut. penerapan strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk medrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau ditemukan bahwa 8 kecerdasan tersebut adalah suatu strategi yang digunakan dalam strategi pembelajaran dengan menggunakan whole brain (cara kerja otak) sebagai penggalian potensi peserta didik yang menjadi kemampuan akhir terbaiknya. Tujuan utamanya adalah kecerdasan spiritual.
Kesimpulan dan Saran yang Diajukan Penulis serta Implikasinya pada Penelitian Berikutnya
Pada jurnal ini penulis hanya memaparkan kesimpulan dan tidak memaparkan saran dari penulis tersebut. adapun kesimpulan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Penerapan strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk medrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau ditemukan bahwa; 8 kecerdasan tersebut adalah suatu strategi yang digunakan dalam strategi pembelajaran dengan menggunakan whole brain (cara kerja otak) sebagai penggalian potensi peserta didik yang menjadi kemampuan akhir terbaiknya. Tujuan utamanya adalah kecerdasan spiritual.
2. Pembelajaran Akidah Akhlak melalui pendekatan sufistik telah menanamkan tiga aspek penting yaitu; civic knowledge, civic disposition, dan civic skill. Peserta didik mempunyai Civic knowledge (pengetahuan) yang berhubungan dengan kewarganegaraan, memahami konsep-konsep tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pada jurnal ini penulis tidak memaparkan mengenai saran, tetapi memaparkan implikasi hasil penelitian:
1. Dalam proses pembelajaran, dijadikan sebagai strategi untuk membantu mempercepat menemukan kondisi akhir terbaik bagi peserta didik. Yakni sebuah profesi yang menghasilkan kemanfaatan dan keuntungan dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat, melalui pendekatan sufistik yang ada hubungannya dengan kecerdasan spiritual.
2. Implikasi praktis hasil penelitian strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau adalah: Membantu para owner, membantu kepala madrasah dapat memahami indikator dari madrasah unggul (the great school) dan cara untuk mewujudkannya menjadi kenyataan, membantu guru akidah akhlak memahami strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik melalui paradigma proses belajar mengajar yang benar.
Persetujuan, Kritik, Sanggahan, Uraian Penjelasan serta Posisi Jurnal Review Terhadap Jurnal
Pada jurnal ini penulis mencantumkan pendahuluan, metode penelitian (analisis data), hasil dan pembahasan (deskripsi lokasi, hasil dan pembahasan) sertan Kesimpulan dan ucapan terimakasih dari penulis.
Yang menjadi kelemahan yang menonjol terlihat dari kajian teori yang tidak dipaparkan oleh penulis serta tidak adanya saran dan implikasinya dari penulis pada penelitian selanjutnya. Pada bagian metode penelitian penulis tidak memaparkan mengenai fungsi dari metode wawancara yang dilakukan.
Pada refrensi yang digunakan oleh penulis jurnal saya rasa kurang terkesan karena penulis lebih banyak menggunakan referensi tingkat nasional dan referensi yang bagus menggunakan referensi atau bahan bacaan ataupun pedoman dari tingkat internasional.
Posisi saya disini ialah sebagai Mahasiswa Pendidikan Agama islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri sumatera Utara. Review Jurnal ini saya lakukan untuk memenuhi tugas saya pada Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Akidah Akhlak yang dibimbing Oleh Bapak Dr. H. Mardianto, M. Pd.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pada jurnal yang review, penulis membahas mengenai penelitiannya yakni mengenai strategi pembelajaran melalui pendekatan sufistik untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptf dengan desain embaded case study, dan subjek penelitian terdiri dari guru akidah akhlak dan siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah di Provinsi Riau.
Observasi dilakukan dilapangan secara langsung untuk mendapatkan informasi melalui wawancara yang dilakukan. Berdasarkan hasil penelitiannya penulis dapat mengimplikasikan hasil penelitian yang dilakukannya, diantaranya:
1. Implikasi teoritis, berimplikasi pada strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau, menyangkut perubahan paradigma dari teori kecerdasan “Multiple Intelligences”
2. Implikasi praktis hasil penelitian strategi pembelajaran Akidah Akhlak untuk madrasah tsanawiyah melalui pendekatan sufistik di propvinsi Riau, yaitu membantu para owner, membantu kepala sekolah dan membantu para guru.
Saran
Saran untuk penulis jurnal review dalam mengembangkan penulisan yang baik untuk di masa yang akan datang, baik untuk penulis, pembaca maupun reviewer sendiri, penulisan jurnal hendaknya lebih memperhatikan struktur dan format yang benar, menggunakan refrensi yang jelas, teori dan metode yang dapat menguatkan pembahasan yang dipaparkan di dalam jurnal.
Senin, 06 Mei 2019
CBR Pengantar Aqidah Akhlak dan Pembelajarannya
IDENTITAS BUKU
Judul : Pengantar Aqidah Akhlak Dan Pembelajarannya
Penulis : Dedi Wahyudi, M.Pd.I
Penerbit : Lintang Rasi Aksara Books
ISI BUKU
Buku yang berjudul Pengantar Aqidah Akhlak dan Pembelajarannya ini yang ditulis oleh Dedi Wahyudi, M.Pd.I., yang memiliki tebal buku sebanyak 100 halaman. Buku ini terdiri dari tiga bab, yaitu: Aqidah Akhlak dan Pembelajarannya Serta Dasar Pemahamannya, Pembelajaran Aqidah Akhlak Dengan Pendekatan Saintifik, dan Langkah-Langkah Menulis Artikel Jurnal Aqidah Akhlak dan Pembelajaran.
A. Aqidah Akhlak dan Pembelajarannya Serta Dasar Pemahamannya
Pendekatan ilmiah dalam studi Islam yang bersifat rasional serta objektif juga hendaknya mengacu kepada tiga pengertian Islam: 1) Islam yang bermakna pada ketundukan atau berserah diri, 2) Islam yang bermakna pada keselamatan dunia dan akhirat, dan 3) Islam yang bermakna pada kedamaian.13 Dari hal tersebut, studi Islam merupakan cermin pemikiran yang bermuara pada kedudukan Tuhan sebagai Sang Pencipta (teologis), selamat di dunia-akhirat, serta berdamai dengan makhluk lain (humanis). Studi Islam itu cakupannya adalah substansi ajaran-ajaran Islam, misalnya aqidah, akhlak, fiqih, serta tasawuf, sehingga studinya bersifat penelitian budaya. Hal ini disebabkan karena hal tersebut merupakan salah satu contoh doktrin yang dirumuskan oleh penganutnya yang bersumber dari wahyu Allah melalui proses penalaran serta perenungan. Saat seseorang mempelajari salah satu ajaran Islam misalnya tentang sholat, zakat, haji, tauhid, atau akhlak maka ia sedang mempelajari Islam sebagai gejala budaya. Maka, Aqidah Akhlak dan Pembelajarannya hendaknya senantiasa “berkonsultasi” dengan Metodologi Studi Islam.
B. Pembelajaran Aqidah Akhlak Dengan Pendekatan Saintifik
Apabila materi Aqidah Akhlak dan Pembelajarannya disampaikan dalam bentuk penulisan opini maka siswa atau mahasiswa akan secara otomatis membaca, memahami, dan menyimpulkan materi-materi yang telah ada. Melalui penulisan opini siswa atau mahasiswa juga dibantu untuk mengingat materi pembelajaran. Hal ini pasti terjadi karena menulis opini itu tidak boleh menjiplak sehingga redaksi kalimatnya harus diubah atau diparafrase sehingga dia akan membaca berbagai macam sumber untuk dapat ditarik sebuah kalimat versi penulis opini.
C. Langkah-Langkah Menulis Artikel Jurnal Aqidah Akhlak dan Pembelajarannya
Ada beberapa langkah dalam menulis artikel jurnal aqidah akhlak yaitu sebagai berikut:
1. Abstrak merupakan bagian awal sebuah naskah ilmiah, tetapi dalam penulisannya itu paling terakhir. Abstrak bukan hanya sekedar ringkasan isi makalah. Namun, sebagai tinjauan umum dari keseluruhan naskah.
2. Bagian pendahuluan itu sangat penting, jangan sampai pendahuluan dibuat tanpa alur yang jelas sehingga cenderung mengalir begitu saja. Pendahuluan tidak perlu banyak-banyak, cukup maksimal 10% dari keseluruhan naskah artikel anda. Dalam penulisan naskah ilmiah, biasanya naskah hasil penelitian jauh lebih baik dibandingkan naskah bukan hasil penelitian.
3. Setelah pendahuluan sambunglah artikel anda dengan materi tentang Aqidah Akhlak dan Pembelajarannya secara global, kemudian cantumkan materi-materi aqidah akhlak yang anda gunakan dalam penelitian.
4. Pada bagian penentuan model pembelajaran sebaiknya anda sudah membaca berbagai referensi terkait model pembelajaran apa yang kira-kira cocok dengan materi pembelajaran Aqidah Akhlak yang akan diajarkan atau di teliti.
5. Langkah selanjutnya disambung dengan keunggulan dan keterbatasan pembelajaran Aqidah Akhlak pada materi tertentu dengan menggunakan model pembelajaran tertentu juga.
6. Dalam simpulan terdapat pendapat pembuat simpulan sehingga dapat dikatakan benar, kurang tepat, atau salah tergantung pada pengolahan data, fakta, dan asumsi.
7. Referensi hendaknya menggunakan manajemen sitasi misalnya zotero. Mengenai cara penggunaan zotero untuk membuat referensi atau daftar pustaka diterangkan padamateri di bagian depan. Cantumkan referensi sesuai dengan gaya selingkung yang berlaku.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU
1. Kelebihan Buku
Buku ini sangat lah bagus dan mampu memotivasi serta memberi pengetahuan yang luas bagi guru maupun calon guru serta para peserta didik dimasa depan. Karena buku ini menjelaskan tentang akidah akhlak serta dasar pemahamannya, kenudian pembelajaran akidah akhlak dengan pendekatan saitifik dan yang paling menarik dari buku ini ada dijelaskan tentang langkah-langkah menulis artikel jurnal akidah akhlak dan pembelajarannya. Jadi, buku ini wajib dibaca dan dapat dipraktekkan langsung penerapannya kepada peserta didik yang diajarkannya. Karena dalam buku ini selain menjelaskan langkah-langkah menulis artikel jurnal, penulis juga mencantumkan gambar-gambar pada setiap penjelasan agar lebih mempermudah pembaca dalam mempraktekkannya.
2. Kelemahan Buku
Di dalam buku ini masih terdapat kata-kata yang kurang dimengerti dan pembaca yang kurang menguasai makna dari kata tersebut, harus mencari lagi maknanya. Warna sampul bukunya sangat lah indah dengan perpaduan warna yang pas, namun kurang adanya gambar sehingga melihat sampulnya itu seperti biasa saja.
KONSTRIBUSI UNTUK GURU PAI
Buku ini yang berjudul Pengantar Aqidah Akhlak dan Pembelajarannya menyajiakan banyak sekali yang berkaitan dengan strategi pembelajaran aqidah akhlak diantaranya: aqidah akhlak dan pemahamannya, pembelajaran aqidah akhlak dengan pendekatan saintifik serta langkah-langkah dalam penulisan artikel jurnal aqidah akhlak dan pembelajarannya. Dimana buku ini banyak memberikan sebuah pengetahuan baru atau mampu menjadi referensi yang bagus untuk seorang guru maupun calon guru yang akan mengajarkan peserta didiknya. Dalam buku ini terdapat materi tentang pembelajaran aqidah akhlak dengan pendekatan saintifik, dimana pendekatan ini merupakan proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstuk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan (untuk mengamati, mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan.
Buku ini juga dapat menjadi sumber pencerahan bagi calon guru yang bersiap untuk menjadi guru yang otomatis akan melakukan pengajaran kepada peserta didiknya. Dengan membaca dan menjadikan buku ini sebagai salah satu sumber bacaan yang dapat memberikan seorang guru maupun calon guru itu untuk:
1. Mampu mengetahui sebuah strategi yang baik untuk pembelajaran aqidah akhlak.
2. Mampu menjadikan seorang guru lebih kreatif lagi dalam sebuah sistem pengajaran.
3. Mampu memberikan pengajaran kepada peserta didinya tentang langkah-langkah dalam menulis artikel jurnal aqidah akhlak dengan mudah.
Karena buku ini dilengkapi dengan banyak cara dan kiat praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengajaran yang akan dilakukan oleh seorang guru maupun calon guru. Maka dari itu, direkomendasikan kepada para guru dan calon guru untuk dapat membaca dan mampu menerapkan strategi pembelajaran ini dalam melakukan sebuah pengajaran yang dimana langsung dapat dipraktekkan kepada peserta didik.
Semoga Bermanfaat 😊
Kamis, 25 April 2019
CBR Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem
IDENTITAS BUKU
Judul : Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem
Penulis : Dra. Ny. Roestiyah N. K.
Penerbit : Bina Aksara
ISI BUKU
Buku yang berjudul Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem ini yang ditulis oleh Dra. Ny. Roestiyah N. K., yang memiliki tebal buku sebanyak 91 halaman. Buku ini terdiri dari enam bab, yaitu: Pendekatan Sistemik, Pengertian dan Komponen-Komponen Sistem Instruksional, Pengertian Interaksi Belajar-Mengajar, Perencanaan Pengajaran Untuk Individu, Pola-Pola Instruksional, dan Masalah-Masalah Dalam Instruksional dan Implikasinya
Pendekatan sistemik ialah pelaksanaan yang pragmatis dari metode ilmiah. Hal itu merupakan sintesis metode pemecahan masalah yang berhasil, perencanaan, dan perkembangan. Pendekatan sistemik telah banyak pula digunakan orang pada bermacam-macam bidang ilmu pengetahuan. Pendekatan sistemik pada pengajaran bertujuan agar kita dapat mengerti masalah pengajaran sebagai keseluruhan secara tuntas dan dapat mendalami pula apa bagian-bagiannya. Diharapkan juga dengan pendekatan sistemik pada pengajaran, kita dapat memahami pula cara bagaimana masing-masing bagian itu saling berinteraksi, saling berfungsi, dan saling bergantung di dalam suatu sistem untuk mencapai tujuan tertentu.
Sistem instruksional ialah suatu kombinasi dari komponen-komponen sistem instruksional dan pola pengelolaan yang tertentu, yang telah disusun dalam suatu desain atau seleksi, dan dalam pemakaian untuk mengahasilkan belajar yang direncanakan dan terkontrol.
Pengajaran individual ialah pengajaran yang diberikan guru, dimana seorang guru atau team guru, kepada seorang murid di dalam kelas ataupun diluar kelas. Dalam hal ini guru harus memandang murid sebagai individu, satu kesatuan yang bulat yang berbeda satu sama lainnya.
Pola-pola instruksional sama dengan komponen-komponen dasar proses instruksional secara menyeluruh, model instruksional, dan jenis tingkah laku kepemimpinan guru sebagai pribadi yang mengarahkan, mengawasi dan mengatur pelaksanaannya. Setiap model selalu mengandung komponen-komponen yang diperlukan sebagai berikut: Tujuan pelajaran, materi pelajaran, media pendidikan, sistem penyajian, murid, guru, sumber-sumber belajar, manajemen interaksi belajar, evaaluasi, dan pengembangan.
Di dalam pelaksanaan perencanaan instruksional, kadang-kadang timbul masalah yang tidak diduga sejak semula, sehingga mungkin akan menjadi penghambat untuk kelancaran pelaksanaan instruksional tersebut. Maka seorang desainer, harus memikirkan waktu merencanakan suatu desain sistem instruksional, kemungkinan kemungkinan timbulnya masalah itu. Dengan harapan paling tidak sudah dapat meramalkan dan mencari jalan keluar untuk pemecahannya.
Sebagai seorang guru atau calon guru, kita harus mengetahui bagaimana cara pengajaran yang baik dan benar disaat di dalam kelas. Dengan memahami dan melaksanakan sistem pengajaran yang baik, maka ilmu yang kita sampaikan akan terserap oleh peserta didik. Interaksi antara guru dengan murid akan berjalan dengan semestinya. Dalam melaksanakan tugas sebagai guru yaitu melakukan pengajaran kepada peserta didik, tentu banyak masalah dan hambatan dalam melaksanakan pengajaran tersebut. Akan tetapi bagaimana caranya seorang guru menyelesaikan atau menyikapi permasalahan tersebut, itulah yang diperlukan. Banyak tantangan untuk menjadi seorang guru, banyak yang harus dihadapi guru untuk mengajarkan anak didiknya.
Secara umum, buku ini menjelaskan sistem pengajaran dengan pendekatan sistemik yang instruksional. Buku ini juga menjelaskan tentang pentingnya berinteraksi dengan orang lain. Tanpa adanya interaksi, maka tidak mungkin dapat menghidupkan keadaan atau situasi tersebut. Begitu pula menjadi seorang guru. Seorang guru dituntut dapat membangun interaksi dengan anak didiknya supaya suasana di dalam kelas atau disaat pembelajar menjadi lebih hidup dan bermakna bagi guru maupun bagi para siswa. Dalam buku ini juga menjelaskan tentang pengajaran individual, kebaikan-kebaikan pengajaran individual, kelemahan-kelemahan pengajaran individual, variasi cara penyajian pengajaran individual, dan lain-lain.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU
1. Kelebihan Buku
Buku ini mampu memotivasi dan memberi pengetahuan yang luas bagi guru dan calon guru di masa depan karena buku ini menjelaskan bagaimana kita menyikapi sistem pengajaran di dalam kelas bersama anak didik kita. Buku ini juga dapat menjadi referensi atau sumber untuk mengetahui lebih dalam tentang sistem pengajaran yang baik. Dalam segi bahasa, buku ini mudah dipahami bagi kalangan guru atau calon guru (mahasiswa). Dalam segi ukuran buku, ini sangat tipis dan nyaman untuk dibawa kemana-mana. Sangat memudahkan para pembaca untuk membawanya dan untuk dibaca dimana saja.
2. Kelemahan Buku
Di dalam buku ini masih terdapat kata-kata yang tidak baku atau tidak sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, seperti desain, mensukseskan, obyek, subyek, menstransfer, dan lain-lain. Buku ini adalah buku terbitan lama, mungkin jika diaplikasikan kepada sistem pendidikan pada zaman sekarang akan sedikit berbeda penerapannya. Selain dari segi kata-katanya yang tidak baku, masalah daftar isi pun bermasalah. Daftar isi dengan halaman yang ditunjukkan itu tidak sinkron atau tidak sejalan. Halaman yang tidak sinkron dengan daftar isi itu membuat pembaca kesulitan dalam membaca dan mencari halaman yang dicari.
KONSTRIBUSI UNTUK GURU PAI
Buku yang berjudul Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem menyajikan banyak sekali tentang berbagai macam suatu sistem dalam pengajaran. Dimana buku ini banyak memberikan sebuah pengajaran ataupun menjadi referensi untuk seorang guru atau calon guru dalam menerapkan sebuah sistem pengajaran yang akan diajarkan kepada peserta didiknya. Dalam buku ini ini juga ada penjelasan tentang pendekatan sistemik, dimana pendekatan sistemik ini bisa digunakan oleh guru PAI pada pengajaran yang bertujuan agar guru maupun calon guru dapat mengerti masalah pengajaran sebagai keseluruhan secara tuntas dan dapat mendalami pula apa bagian-bagiannya.
Buku ini juga dapat menjadi sumber pencerahan bagi calon guru untuk bersiap menjadi guru yang otomatis akan melakukan pengajaran kepada anak didiknya. Dengan membaca dan menjadikan buku ini sebagai salah satu sumber bacaan yang dapat memberikan seorang guru maupun calon guru itu untuk:
1. Mampu mengetahui sebuah sistem yang dapat digunakan dalam pengajaran.
2. Mampu menjadikan seorang guru lebih memahami berbagai komponen-komponen dan pola-pola instruksional yang ada dalam pengajaran.
3. Mampu mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi dalam sebuah sistem pengajaran.
4. Mampu mengetahui masalah-masalah dan juga kesalahan-kesalahan yang terjadi di dalam sebuah pengajaran.
5. Mampu memecahkan sebuah masalah yang sedang terjadi atau dialami.
Karena buku ini dilengkapi dengan banyak cara dan kiat praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengajaran yang akan dilakukan oleh seorang guru maupun calon guru. Dan inilah satu-satunya buku yang mudah dipahami untuk langsung digunakan dalam pengajaran terhadap peserta didik. Maka dari itu, direkomendasikan untuk para guru dan calon guru untuk dapat membaca dan mampu menerapkan cara-cara mengatasi masalah yang terjadi di sebuah sistem pengajaran secara langsung.
Judul : Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem
Penulis : Dra. Ny. Roestiyah N. K.
Penerbit : Bina Aksara
ISI BUKU
Buku yang berjudul Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem ini yang ditulis oleh Dra. Ny. Roestiyah N. K., yang memiliki tebal buku sebanyak 91 halaman. Buku ini terdiri dari enam bab, yaitu: Pendekatan Sistemik, Pengertian dan Komponen-Komponen Sistem Instruksional, Pengertian Interaksi Belajar-Mengajar, Perencanaan Pengajaran Untuk Individu, Pola-Pola Instruksional, dan Masalah-Masalah Dalam Instruksional dan Implikasinya
Pendekatan sistemik ialah pelaksanaan yang pragmatis dari metode ilmiah. Hal itu merupakan sintesis metode pemecahan masalah yang berhasil, perencanaan, dan perkembangan. Pendekatan sistemik telah banyak pula digunakan orang pada bermacam-macam bidang ilmu pengetahuan. Pendekatan sistemik pada pengajaran bertujuan agar kita dapat mengerti masalah pengajaran sebagai keseluruhan secara tuntas dan dapat mendalami pula apa bagian-bagiannya. Diharapkan juga dengan pendekatan sistemik pada pengajaran, kita dapat memahami pula cara bagaimana masing-masing bagian itu saling berinteraksi, saling berfungsi, dan saling bergantung di dalam suatu sistem untuk mencapai tujuan tertentu.
Sistem instruksional ialah suatu kombinasi dari komponen-komponen sistem instruksional dan pola pengelolaan yang tertentu, yang telah disusun dalam suatu desain atau seleksi, dan dalam pemakaian untuk mengahasilkan belajar yang direncanakan dan terkontrol.
Pengajaran individual ialah pengajaran yang diberikan guru, dimana seorang guru atau team guru, kepada seorang murid di dalam kelas ataupun diluar kelas. Dalam hal ini guru harus memandang murid sebagai individu, satu kesatuan yang bulat yang berbeda satu sama lainnya.
Pola-pola instruksional sama dengan komponen-komponen dasar proses instruksional secara menyeluruh, model instruksional, dan jenis tingkah laku kepemimpinan guru sebagai pribadi yang mengarahkan, mengawasi dan mengatur pelaksanaannya. Setiap model selalu mengandung komponen-komponen yang diperlukan sebagai berikut: Tujuan pelajaran, materi pelajaran, media pendidikan, sistem penyajian, murid, guru, sumber-sumber belajar, manajemen interaksi belajar, evaaluasi, dan pengembangan.
Di dalam pelaksanaan perencanaan instruksional, kadang-kadang timbul masalah yang tidak diduga sejak semula, sehingga mungkin akan menjadi penghambat untuk kelancaran pelaksanaan instruksional tersebut. Maka seorang desainer, harus memikirkan waktu merencanakan suatu desain sistem instruksional, kemungkinan kemungkinan timbulnya masalah itu. Dengan harapan paling tidak sudah dapat meramalkan dan mencari jalan keluar untuk pemecahannya.
Sebagai seorang guru atau calon guru, kita harus mengetahui bagaimana cara pengajaran yang baik dan benar disaat di dalam kelas. Dengan memahami dan melaksanakan sistem pengajaran yang baik, maka ilmu yang kita sampaikan akan terserap oleh peserta didik. Interaksi antara guru dengan murid akan berjalan dengan semestinya. Dalam melaksanakan tugas sebagai guru yaitu melakukan pengajaran kepada peserta didik, tentu banyak masalah dan hambatan dalam melaksanakan pengajaran tersebut. Akan tetapi bagaimana caranya seorang guru menyelesaikan atau menyikapi permasalahan tersebut, itulah yang diperlukan. Banyak tantangan untuk menjadi seorang guru, banyak yang harus dihadapi guru untuk mengajarkan anak didiknya.
Secara umum, buku ini menjelaskan sistem pengajaran dengan pendekatan sistemik yang instruksional. Buku ini juga menjelaskan tentang pentingnya berinteraksi dengan orang lain. Tanpa adanya interaksi, maka tidak mungkin dapat menghidupkan keadaan atau situasi tersebut. Begitu pula menjadi seorang guru. Seorang guru dituntut dapat membangun interaksi dengan anak didiknya supaya suasana di dalam kelas atau disaat pembelajar menjadi lebih hidup dan bermakna bagi guru maupun bagi para siswa. Dalam buku ini juga menjelaskan tentang pengajaran individual, kebaikan-kebaikan pengajaran individual, kelemahan-kelemahan pengajaran individual, variasi cara penyajian pengajaran individual, dan lain-lain.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU
1. Kelebihan Buku
Buku ini mampu memotivasi dan memberi pengetahuan yang luas bagi guru dan calon guru di masa depan karena buku ini menjelaskan bagaimana kita menyikapi sistem pengajaran di dalam kelas bersama anak didik kita. Buku ini juga dapat menjadi referensi atau sumber untuk mengetahui lebih dalam tentang sistem pengajaran yang baik. Dalam segi bahasa, buku ini mudah dipahami bagi kalangan guru atau calon guru (mahasiswa). Dalam segi ukuran buku, ini sangat tipis dan nyaman untuk dibawa kemana-mana. Sangat memudahkan para pembaca untuk membawanya dan untuk dibaca dimana saja.
2. Kelemahan Buku
Di dalam buku ini masih terdapat kata-kata yang tidak baku atau tidak sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, seperti desain, mensukseskan, obyek, subyek, menstransfer, dan lain-lain. Buku ini adalah buku terbitan lama, mungkin jika diaplikasikan kepada sistem pendidikan pada zaman sekarang akan sedikit berbeda penerapannya. Selain dari segi kata-katanya yang tidak baku, masalah daftar isi pun bermasalah. Daftar isi dengan halaman yang ditunjukkan itu tidak sinkron atau tidak sejalan. Halaman yang tidak sinkron dengan daftar isi itu membuat pembaca kesulitan dalam membaca dan mencari halaman yang dicari.
KONSTRIBUSI UNTUK GURU PAI
Buku yang berjudul Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem menyajikan banyak sekali tentang berbagai macam suatu sistem dalam pengajaran. Dimana buku ini banyak memberikan sebuah pengajaran ataupun menjadi referensi untuk seorang guru atau calon guru dalam menerapkan sebuah sistem pengajaran yang akan diajarkan kepada peserta didiknya. Dalam buku ini ini juga ada penjelasan tentang pendekatan sistemik, dimana pendekatan sistemik ini bisa digunakan oleh guru PAI pada pengajaran yang bertujuan agar guru maupun calon guru dapat mengerti masalah pengajaran sebagai keseluruhan secara tuntas dan dapat mendalami pula apa bagian-bagiannya.
Buku ini juga dapat menjadi sumber pencerahan bagi calon guru untuk bersiap menjadi guru yang otomatis akan melakukan pengajaran kepada anak didiknya. Dengan membaca dan menjadikan buku ini sebagai salah satu sumber bacaan yang dapat memberikan seorang guru maupun calon guru itu untuk:
1. Mampu mengetahui sebuah sistem yang dapat digunakan dalam pengajaran.
2. Mampu menjadikan seorang guru lebih memahami berbagai komponen-komponen dan pola-pola instruksional yang ada dalam pengajaran.
3. Mampu mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi dalam sebuah sistem pengajaran.
4. Mampu mengetahui masalah-masalah dan juga kesalahan-kesalahan yang terjadi di dalam sebuah pengajaran.
5. Mampu memecahkan sebuah masalah yang sedang terjadi atau dialami.
Karena buku ini dilengkapi dengan banyak cara dan kiat praktis yang dapat langsung diterapkan dalam pengajaran yang akan dilakukan oleh seorang guru maupun calon guru. Dan inilah satu-satunya buku yang mudah dipahami untuk langsung digunakan dalam pengajaran terhadap peserta didik. Maka dari itu, direkomendasikan untuk para guru dan calon guru untuk dapat membaca dan mampu menerapkan cara-cara mengatasi masalah yang terjadi di sebuah sistem pengajaran secara langsung.
Langganan:
Postingan (Atom)















